June 2nd, 2010

Teknik Dasar Berkebun

OR 0017 HS0666 2007 300x300 Teknik Dasar Berkebun

Anda hobby berkebun tapi Anda belum tahu apa-apa mengenainya? Anda berarti sedang memulai hobby berkebun. Hobby berkebun sangat menyenangkan, apalagi sekarang perkembangan tanaman hias sangatlah pesat, dari yang berbunga hingga yang hanya berdaun hijau saja, dari yang kecil sampai yang besar, dari yang harganya murah meriah hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Selalu ada pertama kalinya untuk semua hal. Begitu pula dengan berkebun. Seperti halnya menata rumah, ada beberapa teknik dasar dalam berkebun yang perlu Anda ketahui sebagai pemula, sebelum kemudian Anda mengembangkannya sendiri.

  1. Pemilihan jenis tanaman

Seperti halnya manusia, tanaman mempunyai karakteristiknya masing-masing, dan Anda tidak dapat memaksakan kehendak padanya. Jika Anda memaksakan, biasanya “dia” juga akan “protes” misalnya yang berbunga tiba-tiba tidak berbunga, yang biasanya berdaun banyak, tiba-tiba daunnya sedikit, atau yang paling buruk dia akan mati. Jadi sebelum Anda membeli tanaman, sebaiknya Anda tanyakan dulu jenis tanaman yang sedang Anda taksir itu, apakah sesuai dengan daerah kebun Anda. Yang paling praktis sebenarnya tanyakan darimana tanaman itu berasal. Jika pembibitannya misalnya ada di daerah Puncak, kemungkinan besar tanaman itu akan meminta daerah yang kondisinya kurang lebih sama dengan kondisi di Puncak. Jadi kemungkinan besar dia tidak akan dapat bertahan lama di daerah kota Jakarta Utara misalnya.

2. Perkirakan dimana tanaman itu akan ditanam

Perbedaan sinar matahari dan banyaknya angin sangat berpengaruh pada tanaman. Jadi walaupun Anda telah memutuskan bahwa kondisi di kebun Anda dan asal tanaman itu hampir sama, namun kadang bagian rumah yang satu mempunyai perbedaan intensitas sinar matahari dengan bagian rumah yang lain. Maksudnya begini, satu tanaman dia memerlukan sinar matahari yang banyak. Sedangkan di sisi sebelah kiri rumah Anda lebih banyak terkena sinar matahari, maka tempatkanlah dia di sisi sebelah kiri. Anda harus cermat mengamati hal-hal seperti ini, supaya tanaman Anda akan “nyaman” dan terus tumbuh.

3. Rajin memindah

Kadang kala posisi matahari berpindah sesuai dengan musimnya. Hal ini pun harus Anda perhatikan. Sesuaikan tanaman Anda dengan posisi matahari. Yang tidak suka matahari pindahkan dari tempat yang terlalu matahari, demikian pula sebaliknya. Jangan pernah capek untuk memindahkannya. Anda harus selalu memantau hal-hal seperti ini.

4. Perhatikan akar

Akar adalah bagian terpenting dari tanaman. Pastikan bahwa akarnya kuat, baik yang ditanam di pot maupun yang ditanam di tanah. Akar yang besar tidak mesti lebih baik. Akar yang baik adalah akar yang kokoh, yang tidak terlalu banyak mengandung air. Dia memang bagian yang paling lembab, tapi tidak berarti terlalu banyak mengandung air. Hindari akar yang terlalu padat, jika perlu pindahkan ke pot yang lebih besar.

5. Perawatan ekstra

Jangan mengira bahwa tanaman sudah selesai perawatannya jika Anda sudah menyiraminya. Perawatan ekstra akan menambah kesuburan tanaman. Pupuk, pemangkasan, penataan kembali, peremajaan kembali dan lain-lain harus terus Anda lakukan. Dan ingat, Anda harus melakukan semuanya dengan rasa sayang, karena tanaman pun sebenarnya dapat “merasakan” jika Anda mencintainya.

Selamat berkebun!

Landscape