February 23rd, 2009

5 prinsip penataan rumah

5 Prinsip Penataan RumahJika apartemen atau rumah Anda tidak lagi terlihat menarik, mungkin yang menjadi masalah adalah Anda sudah bosan dengan susunan interior ruangnya. Ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan secara praktis jika Anda ingin menata kembali ruang interior Anda.

  1. Style

Dalam ilmu desain interior, selalu disebutkan bahwa rumah merupakan refleksi pribadi Anda. Untuk mendapatkan style yang paling cocok ini, Anda dapat mendapatkannya dengan mencari referensi dari majalah-majalah interior atau katalog-katalog rumah ataupun dari surfing di internet. Untuk step pertama adalah brainstorming, biarkan gambar-gambar yang Anda temukan menjadi inspirasi Anda dan bermain-main dalam pikiran Anda dan menjadi bagian dari imajinasi Anda. Ketika Anda melakukan survey referensi ini, Anda akan menemukan beberapa gambar yang mempunyai tema yang sama, apakah itu warna, ataupun style ruangnya. Dari sini Anda dapat meraba style Anda yang sebenarnya.

Cara lain untuk meraba style Anda adalah dengan kembali mengamati barang-barang kesayangan Anda. Amatilah kembali koleksi-koleksi Anda. Jika Anda adalah penggemar barang-barang etnik, atau Anda adalah orang yang suka lukisan naturalis, atau Anda adalah seorang penggemar tanaman hias, maka Anda sudah mendapatkan style kepribadian Anda. Yang perlu Anda lakukan setelahnya adalah menerjemahkannya ke dalam ide.

2. Skema Warna

Setelah Anda menentukan style Anda, yang kedua adalah menentukan warna tema. Pada prinsipnya dalam sebuah ruang, paduan warna yang paling ideal adalah 2 macam warna dasar dan 1 macam warna aksen ruang, dan perbandingan yang paling ideal adalah 60 persen warna utama, 30 persen warna dasar kedua dan 10 persen warna aksen. Yang dimaksud dengan warna aksen di sini adalah warna-warna asesoris ruang, misalnya bantal-bantal, pigura foto, warna-warna vas dan lain-lain. Menurut para ahli interior, jangan sekali-sekali menggunakan tiga warna ini dalam perbandingan yang sama dalam ruang yang sama pula, karena akan tidak sedap dipandang.

3. Tekstur

Jika Anda telah memutuskan warna ruang Anda adalah warna-warna netral, maka Anda perlu memainkan tekstur ruang agar ruang terlihat lebih berwarna dan hidup. Mainkan elemen-elemen ruang antara yang keras dan lembut, kasar dan halus. Karpet-karpet wol dipadukan dengan meja-meja kopi yang anggun dan mempunyai tekstur lembut, atau taplak meja dengan border-bordir dengan vas-vas bunga dari terracotta yang difinishing high lacquer, merupakan beberapa contoh perpaduan tekstur.

4. Cahaya

Idealnya setiap ruang mempunyai tiga sumber cahaya yang dipasang dalam susunan segitiga, tidak perlu menggunakan lampu yang terlalu besar. Gunakan saja lampu-lampu watt kecil, namun dalam susunan segitiga ini efek yang ditimbulkan akan lebih terang, lebih merata dan bahkan lebih dramatis.

5. Ukuran dan bentuk

Jika sebuah ruang terlalu banyak asesoris atau elemen yang tinggi, atau terlalu banyak elemen yang rendah, maka Anda bisa merasakan efek yang tidak menyenangkan. Begitu pula apabila terlalu banyak elemen bujursangkar, atau yang bersudut, maka Anda perlu untuk memperhalus kesan `tajam` ini dengan menghadirkan objek-objek yang berbentuk kurva atau bulat. Trik paling mudah untuk menerapkan prinsip ini adalah dengan bermain-main dengan elemen dinding atau wall art Anda. Jika Anda menginginkan sofa atau satu meja yang posisinya menempel pada dinding terlihat lebih tinggi dan ramping, maka letakkan satu elemen dinding yang lebar tepat di atasnya, misalnya lukisan atau foto keluarga. Juga jika Anda merasa terlalu banyak elemen ruang yang bersudut, maka perhaluslah kesan ini dengan meletakkan elemen dinding atau wall art yang mempunyai frame bulat atau oval.

Incoming search terms:

  • penataan rumah
  • interior rumah
  • desain interior rumah
  • gambar penataan rumah
  • desain interior
  • interior apartemen
  • prinsip penataan
  • prinsip interior design
  • contoh penataan rumah
  • penataan interior rumah

interior